Bandingkan :
1. Imamat 27:30
2. Ulangan 12:6
3. Nehemia 13:12
4. Bilangan 18:21-24
5. Ulanga 14:22-29
Persepuluhan bagi kita mungkin bukan pertama kali kita dengar, sering setiap kali dalam kotbah-kotbah di gereja, maupun ibadah untuk kebaktian-kebaktian keluarga, dibagikan firman Tuhan tentang persepuluhan, atau sering dikenal dengan perpuluhan, tetapi sering kali anak-anak Tuhan, ketika disentuh tentang persepuluhan, mereka menghindar dengan berbagai alasan: "memberikan sepuluh persen dari total sebulan......entar dulu ah", ada juga yang mengatakan : "sayang donk....khan lumayan untuk biaya-biaya tak terduga", dan begitu banyak alasan-alasan lain untuk keluar dari kebenaran ini.
Belajar dari firman Tuhan pagi ini, melalui ayat-ayat di atas, ada 4 hal yang hendak disampaikan :
1. Tentang motivasi
Maleakhi memang menantang orang yang tidak tahu bersyukur kepada Allah, agar mereka memberi perpuluhan mereka, dan membuktikan sendiri bahwa Allah mampu mencurahkan berkat bagai "hujan deras" (Maleakhi 3:10).
Tetapi benarkah bahwa kita memberikan perpuluhan demi untuk memancing berkat-berkat Tuhan berikutnya? Sedang berdagangkah kita dengan Tuhan, melalui motivasi kita memberikan perpuluhan?
2. Sikap
Bila kita mau jujur semua kita sering merasa berat untuk memberi.
Memberi, kita nilai sebagai pengorbanan, sehingga sikap kita memberi seringkali terpaksa dan merasa berat. Firman Allah menyampaikan sikap sebaliknya, yaitu : bahwa kita, sepatutnya adalah : bersukacita dan bersyukur boleh memberi. Sebenarnya pemberian apapun, bukan pengorbanan, sebab kita hanya penatalayan ( = alat, sarana), bukan pemilik.
Kita justru diberi kepercayaan lebih berharga melalui kesempatan untuk memberi dari apa yang telah Allah anugerahkan melalui kita. Dengan memberi kita sedang diubah Allah dari seseorang penerima pemberian, menjadi seorang pemberi dari pemberian Allah itu sendiri.
3. Karena yang kita berikan bukan milik kita, tetapi milik Tuhan, tidak boleh kita jadikan cara untuk mebanding-bandingkan serta menyombongkan diri terhadap orang lain dari pemberian mereka.
Kritik Yesus terhadap persembahan mereka yang memberi banyak, dibandingkan "janda miskin" itu menunjukkan bahwa satu-satunya ukuran dan nilai dari pemberian kia adalah : " Apalah kita menyadari sepenuhnya bahwa seutuhnya hidup ktita dan segenap karya hidup kita bergantung penuh pada AnugerahNYA.
Yang membuat persembahan janda itu berkenan, bukanlah karena sedikitnya, tetapi karena penghayatannya bahwa hidupnya, bahkan segalanya ada di tangan Tuhan.
4. Jika segenap hidup ini adalah anugerah termasuk kesempatan memberi serta berkarya, kadar pemberian kita seharusnya sekuat, seberani dan serasi kekuatan serta kedasyatan pemberian Allah itu sendiri. Bahkan orang Majus pun yang belum terlalu jelas tahu tentang karunia Allah yang baru berinkarnasi itu sajapun mampu memberi pencarian dan persembahan seindah itu ?
Bagaiman dengan kita (aku dan kamu) ?
Tuhan memberkati
FT
1. Imamat 27:30
2. Ulangan 12:6
3. Nehemia 13:12
4. Bilangan 18:21-24
5. Ulanga 14:22-29
Persepuluhan bagi kita mungkin bukan pertama kali kita dengar, sering setiap kali dalam kotbah-kotbah di gereja, maupun ibadah untuk kebaktian-kebaktian keluarga, dibagikan firman Tuhan tentang persepuluhan, atau sering dikenal dengan perpuluhan, tetapi sering kali anak-anak Tuhan, ketika disentuh tentang persepuluhan, mereka menghindar dengan berbagai alasan: "memberikan sepuluh persen dari total sebulan......entar dulu ah", ada juga yang mengatakan : "sayang donk....khan lumayan untuk biaya-biaya tak terduga", dan begitu banyak alasan-alasan lain untuk keluar dari kebenaran ini.
Belajar dari firman Tuhan pagi ini, melalui ayat-ayat di atas, ada 4 hal yang hendak disampaikan :
1. Tentang motivasi
Maleakhi memang menantang orang yang tidak tahu bersyukur kepada Allah, agar mereka memberi perpuluhan mereka, dan membuktikan sendiri bahwa Allah mampu mencurahkan berkat bagai "hujan deras" (Maleakhi 3:10).
Tetapi benarkah bahwa kita memberikan perpuluhan demi untuk memancing berkat-berkat Tuhan berikutnya? Sedang berdagangkah kita dengan Tuhan, melalui motivasi kita memberikan perpuluhan?
2. Sikap
Bila kita mau jujur semua kita sering merasa berat untuk memberi.
Memberi, kita nilai sebagai pengorbanan, sehingga sikap kita memberi seringkali terpaksa dan merasa berat. Firman Allah menyampaikan sikap sebaliknya, yaitu : bahwa kita, sepatutnya adalah : bersukacita dan bersyukur boleh memberi. Sebenarnya pemberian apapun, bukan pengorbanan, sebab kita hanya penatalayan ( = alat, sarana), bukan pemilik.
Kita justru diberi kepercayaan lebih berharga melalui kesempatan untuk memberi dari apa yang telah Allah anugerahkan melalui kita. Dengan memberi kita sedang diubah Allah dari seseorang penerima pemberian, menjadi seorang pemberi dari pemberian Allah itu sendiri.
3. Karena yang kita berikan bukan milik kita, tetapi milik Tuhan, tidak boleh kita jadikan cara untuk mebanding-bandingkan serta menyombongkan diri terhadap orang lain dari pemberian mereka.
Kritik Yesus terhadap persembahan mereka yang memberi banyak, dibandingkan "janda miskin" itu menunjukkan bahwa satu-satunya ukuran dan nilai dari pemberian kia adalah : " Apalah kita menyadari sepenuhnya bahwa seutuhnya hidup ktita dan segenap karya hidup kita bergantung penuh pada AnugerahNYA.
Yang membuat persembahan janda itu berkenan, bukanlah karena sedikitnya, tetapi karena penghayatannya bahwa hidupnya, bahkan segalanya ada di tangan Tuhan.
4. Jika segenap hidup ini adalah anugerah termasuk kesempatan memberi serta berkarya, kadar pemberian kita seharusnya sekuat, seberani dan serasi kekuatan serta kedasyatan pemberian Allah itu sendiri. Bahkan orang Majus pun yang belum terlalu jelas tahu tentang karunia Allah yang baru berinkarnasi itu sajapun mampu memberi pencarian dan persembahan seindah itu ?
Bagaiman dengan kita (aku dan kamu) ?
Tuhan memberkati
FT
Read more...