Subcribe Feed

Welcome

Kamis, 15 Oktober 2009

Persembahan Persepuluhan

Bandingkan :
1. Imamat 27:30
2. Ulangan 12:6
3. Nehemia 13:12
4. Bilangan 18:21-24
5. Ulanga 14:22-29

Persepuluhan bagi kita mungkin bukan pertama kali kita dengar, sering setiap kali dalam kotbah-kotbah di gereja, maupun ibadah untuk kebaktian-kebaktian keluarga, dibagikan firman Tuhan tentang persepuluhan, atau sering dikenal dengan perpuluhan, tetapi sering kali anak-anak Tuhan, ketika disentuh tentang persepuluhan, mereka menghindar dengan berbagai alasan: "memberikan sepuluh persen dari total sebulan......entar dulu ah", ada juga yang mengatakan : "sayang donk....khan lumayan untuk biaya-biaya tak terduga", dan begitu banyak alasan-alasan lain untuk keluar dari kebenaran ini.

Belajar dari firman Tuhan pagi ini, melalui ayat-ayat di atas, ada 4 hal yang hendak disampaikan :

1. Tentang motivasi

Maleakhi memang menantang orang yang tidak tahu bersyukur kepada Allah, agar mereka memberi perpuluhan mereka, dan membuktikan sendiri bahwa Allah mampu mencurahkan berkat bagai "hujan deras" (Maleakhi 3:10).
Tetapi benarkah bahwa kita memberikan perpuluhan demi untuk memancing berkat-berkat Tuhan berikutnya? Sedang berdagangkah kita dengan Tuhan, melalui motivasi kita memberikan perpuluhan?

2. Sikap

Bila kita mau jujur semua kita sering merasa berat untuk memberi.
Memberi, kita nilai sebagai pengorbanan, sehingga sikap kita memberi seringkali terpaksa dan merasa berat. Firman Allah menyampaikan sikap sebaliknya, yaitu : bahwa kita, sepatutnya adalah : bersukacita dan bersyukur boleh memberi. Sebenarnya pemberian apapun, bukan pengorbanan, sebab kita hanya penatalayan ( = alat, sarana), bukan pemilik.
Kita justru diberi kepercayaan lebih berharga melalui kesempatan untuk memberi dari apa yang telah Allah anugerahkan melalui kita. Dengan memberi kita sedang diubah Allah dari seseorang penerima pemberian, menjadi seorang pemberi dari pemberian Allah itu sendiri.

3. Karena yang kita berikan bukan milik kita, tetapi milik Tuhan, tidak boleh kita jadikan cara untuk mebanding-bandingkan serta menyombongkan diri terhadap orang lain dari pemberian mereka.
Kritik Yesus terhadap persembahan mereka yang memberi banyak, dibandingkan "janda miskin" itu menunjukkan bahwa satu-satunya ukuran dan nilai dari pemberian kia adalah : " Apalah kita menyadari sepenuhnya bahwa seutuhnya hidup ktita dan segenap karya hidup kita bergantung penuh pada AnugerahNYA.
Yang membuat persembahan janda itu berkenan, bukanlah karena sedikitnya, tetapi karena penghayatannya bahwa hidupnya, bahkan segalanya ada di tangan Tuhan.

4. Jika segenap hidup ini adalah anugerah termasuk kesempatan memberi serta berkarya, kadar pemberian kita seharusnya sekuat, seberani dan serasi kekuatan serta kedasyatan pemberian Allah itu sendiri. Bahkan orang Majus pun yang belum terlalu jelas tahu tentang karunia Allah yang baru berinkarnasi itu sajapun mampu memberi pencarian dan persembahan seindah itu ?

Bagaiman dengan kita (aku dan kamu) ?

Tuhan memberkati
FT

Read more...

AWAN kecil SEBESAR TELAPAK TANGAN

belajar dari elia, hamba TUHAN yang sangat di berkati, bagaimana IMAN dan ketekunan dlm berdoa. dan bertangung jawab atas apa yang di ucapkan untuk mjd sebuah bukti dari kasih ALLAH YANG SANGAT BESAR. bagaimana mungkin turun hujan bila langit begitu cerah. tapi dia sangat percaya TUHAN AKAN BERTINDAK. dia berkata kepada ahab " pergilah makan dan minum" , sebab derau hujan sudah kedengeran. dia mendengar bkn dgn telinga jasmani, tapi dia mendengar dng telinga rohani bahwa derau hujan sudah kedengeran. dia juga perjuangkan setiap perkataan nya, ketika ahab makan dan minum, dia tidak enak2 kan untuk istirahat wlpn dia percaya hujan pasti turun, tapi dia naik kepuncak gunung untuk berdoa, dia tidak hanya mengIMANI tp juga memperjuangkan perkataan nya dgn ber DOA.
KETIKA DIA SUDAH MENGIMANI DAN BERDOA elia memastikan dari SETIAP doa nya maka dia menyuruh bujang nya naiklah ke atas laut, tapi bujang nya tidak menemukan apa-apa sampai 6 kali dan elia pun tidak mengerutu pada TUHAN tapi dia tetep kokoh pada IMAN nya maka ketika yang ke 7 kali bujang itu naik ke atas berkatalah bujang itu
"wah awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut".
ELIA SLALU MERESPON POSITIF TANDA YANG DI BERIKAN ALLAH PADA DIA WALAUPUN ITU HANYA AWAN kecil SEBESAR TELAPAK TANGAN.
akhirnya pun langit mjd kelam oleh awan badai dan turunlah hujan yang lebat...........................
---------------------------------------------------------------------------------------
mungkin dalam hidup sehari hari, kita sering meminta jawaban dari doa kita kepada tuhan, entah pemulihan keluarga, untuk jodoh, masalah keuangan, masalah pelayanan, dan berbagai masalah sehari2. tapi pernah kah kita
mengIMANI apa yang kita minta ato memperjuangkan apa yang kita minta dgn DOA kita dan ketika DOA DOA kita belum di jawab dlm beberapa bulan ato beberapa tahun. masih kah kita memperjuangkan nya ? dan setelah lama kita perjuangkan dlm doa tapi TUHAN hanya mengasih AWAN kecil SEBESAR TELAPAK TANGAN, kecewakah kita ?
banyak anak-anak TUHAN undur dari TUHAN karna mereka kecewa DOA MEREKA TDK DI JAWAB? SEBENERNYA TUHAN SUDAH MENJAWAB DNG MEMBERI TANDA WALAUPUN KECIL TAPI KITA TIDAK PERNAH MENGIMANI KITA LEBIH MUDAH MENYALAH KAN TUHAN ATAS APA YANG TERJADI.
mari belajar dari elia yang selalu merespon positif tanda dari ALLAH. karna bila kita mengIMANI awan kecil itu maka akan mjd awan badai yang akan membawa HUJAN BERKAT DARI ALLAH YANG AKAN DI CURAH KAN KE KALIAN....
TUHAN YESUS MENYERTAI kamu

Read more...

DATANG KEPADA TUHAN

Mazmur 122:1 > Aku bersukacita, ketika di katakan orang kepadaku: "Mari kita pergi kerumah Tuhan."

Seribu alasan yg sering kali di lontarkan oleh beberapa anak Tuhan bila ada orang yang mengajaknya utk beribadah. Ada yg beralasan dirinya blm siap, sibuk dan tdk ada waktu. Kalau pun datang beribadah ke gereja, di karenakan faktor sungkan kepada si pendeta, atau karena takut di kunjungi oleh tim bezoek di rumahnya. Sebagian lagi merasa malas beribadah ke gereja kerena pernah di kecewakan oleh para penggurus gereja atau oleh jemaat lainnya.

Dalam renungan firman Tuhan yg kita baca hari ini, Pemazmur mengajak kita utk datang ke rumah Tuhan dengan sukacita. Saat kita datang dan berjumpa dengan Tuhan dalam persekutuan bersama jemaat yg lain, merupakan saat2 yang sangat indah yg berguna membangun manusia rohani kita. Salah satu sebab mengapa pemazmur ingin bersukacita adalah karena dia tahu bahwa hidup berada di dlm tangan Tuhan yg penuh kuasa. Bersama Tuhan segala macam tantangan dapat di hadapi dan di selesaikan.

Ada banyak hal yg dapat kita lakukan ketika kita datang beribadah dirumah Tuhan, diantaranya adalah berdoa utk kesejahteraan kota atau negeri tempat kita tempat kita tinggal. Pemazmur memberi teladan dengan mengajak umat Tuhan berdoa bagi Yerusalem yang merupakan pusat suku2 Israel berziarah utk bersyukur kepada nama Tuhan.

Bagaimanakah sikap hati kita ketika kita datang kepada Tuhan? Apakah kita datang bergitu saja tanpa mempersiapkan diri dengan baik agar berkenan kepadaNya...??? Apakah kita datang dengan penuh sukacita, atau sebaliknya dengan mengomel kerena menganggap hal itu telah menyita waktu kita? Bila kita datang kerumah Tuhan dengan sikap yang benar, maka kita akan dapat merasakan kebaikan Tuhan di dalam kehidupan kita. Aku bersukacita ketika dikatakan kepadaku, "Mari kita pergi kerumah Tuhan."

GBU

Read more...

Mazmur Daud di pagi hari

Mazmur 1:1-3 (Jalan orang benar dan jalan orang fasik)
1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik,
yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam
kumpulan pencemooh.
2. tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan
Taurat itu siang dan malam.
3. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan
buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja
yang diperbuatnya berhasil.

Selamat pagi, selamat bekerja, Tuhan memberkati kita sekalian.
Amin
FT

Read more...

PERKATAAN YANG MEMBANGUN

Efesus 4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik utk membangun, dimana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

Suatu ketika ada seorang anak Tuhan yg cukup dewasa rohaninya sedang marah kerena menghadapi konflik dengan anggota gereja lainnya. Pada akhirnya saya mendengar suatu pernyataan yg cukup mengagetkan yg di ucapkan oleh anak Tuhan ini. Suatu perkataan yg tdk membangun, tapi sangat melecehkan.

Rasul Paulus memberi nasehat kepada jemaat di Efesus mengenai penggunaan mulut sebagai pola kehidupan manusia baru. Rasul Paulus menyadari bahwa sebelum mereka percaya dan menerima Tuhan Yesus, mereka terbiasa menggunakan mulutnya utk mengucapkan hal2 kotor dan tdk membangun. Namun sebagai manusia baru, kebiasaan spt itu harus di buang dan di ganti dengan kebiasaan baru, yaitu utk memakai mulutnya sebagai pelontaran kata2 yang membengun dan memberkati.

Pekataan yg tdk membangun tdk selalu terucapkan dlm kemarahan. Ketika kita bercanda pun terkadang tercetus kata2 yg melemahkan iman. Mulut kita turut menetuhkan jati diri kita, seseorang juga dapat di nilai dari perkataannya.

Saudara, jika selama ini kita kurang menyadari behwa perkataan yang kita anggap sebagai guyonan, namun itu melukai hati sesama, berbau pelecehan, ketahuilah bahwa hal itu merupakan suatu tindakan yang sia-sia. Marilah kita menggunakan mulut kita dengan benar agar setiap org yang mendengar perkataan kita dapat kekuatan dan dapat merasakan kasih karunia Allah.

GBU

Read more...
 
Doa dan curhat dalam kasih yesus @2009 Gallery Template Ajah by ireng_ajah

Supported Free Money Info and Product and Service | Banner code by Code-Code-an

Best view with Mozilla Firefox